berbagi dengan linux

Pertama-tama, mari kita menengok kembali ke belakang, ke tahun 60-an. Ketika itu ukuran komputer masih sebesar rumah. Mesin hitung itu dioperasikan oleh orang-orang tertentu. Orang belum mengenal sistem operasi yang terstruktur dan dapat dipergunakan orang kebanyakan. Namun sekarang ini, begitu banyak sistem operasi yang ditawarkan kepada pengguna komputer. Sebutlah misalnya Windows, Mac OS, Linux, BSD dan sebagainya. Nah, mungkin anda berada diantara pengguna komputer rumahan dan umumnya akrab dengan sistem operasi windows. Tapi saat ini kita akan mencoba melihat dunia sistem operasi lain yang akhir-akhir ini mulai berkembang dan digemari, yakni Linux.
Linux merupakan turunan dari UNIX, sebuah sistem operasi yang boleh jadi merupakan sistem operasi pertama yang ada didunia ini. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang mahasiswa dari Helsinki University, Finlandia, pada tahun 1991, bernama Linus Torvalds. Saat itu usianya masih terhitung sangat muda.
Saat ini, dunia mencatat sudah lebih dari tujuh persen Personal Computer (PC) saat ini menggunakan linux. Angka ini merupakan perkiraan minimal, yang bisa jadi lebih dari itu. Kenyataan ini tentu saja menggembirakan penggemarnya, sebab dengan angka yang sudah cukup besar itu akan memperluas kesempatan penggunanya saling berbagi dan memanfaatkan fasilitas sistem operasi yang berasaskan Open Source itu.
Setelah kita melihat cukup besarnya pengguna linux, mari kita lihat apakah yang dapat dilakukan linux ? Pada prisnispnya hampir semua pekerjaan yang selama ini ditangani oleh sistem operasi tertentu dapat dilakukan dengan linux. Jadi, kekhawatiran sebagian pengguna komputer bahwa menggunakan linux berarti meninggalkan aktifitas seperti desain web, desain grafis, mendengar musik dan sebagainya sungguh tidak beralasan. Saat ini hampir semua pekerjaan yang biasa ditangani windows dan sistem operasi lainnya, dapat ditangani linux dengan baik. Software-software yang ada di windows dengan mudah dapat dijumpai di linux. Cobalah buka http://linuxshop.ru/linuxbegin/win-linux-soft-en/index.shtml, akan kita jumpai ekuivalen software di windows dan di linux.
Salah satu yang mengagumkan dari linux adalah kemampuannya menghadapi virus. Tidak dipungkiri lagi, linux telah membuktikan diri sebagai sistem operasi tahan virus. Sejauh ini tidak banyak dijumpai kasus virus berhasil menyerang linux.
Selain kelebihan diatas, ada hal lain yang menimbulkan decak kagum para pengguna sistem operasi lain, yakni keindahan tampilan dekstop linux. Desktopnya linux ditangani oleh sistem yang disebut desktop environment. Disini, user bebas memilih interface desktop yang diinginkan. Sebutlah nama KDE dan GNOME, maka pengguna linux pasti pernah merasa bagaimana indahnya tampilan kedua desktop tersebut, disamping kemudahan pengaturannya.
Dengan kelebihan yang sudah kita lihat, tentunya kita akan dihadapkan kepada pertanyaan, berapa biaya untuk mendapatkan itu semua? Jawabannya sangat diluar dugaan, dan ini lah kenyataannya: linux disebarkan secara gratis. Jika sanggup mendownload file instalasi linux dari situs-situs resmi linux, maka anda akan mendapatkan linux tanpa biaya sedikitpun. Berbeda jika membeli CD linux, biaya yang dikeluarkan hanyalah untuk mengganti ongkos pemaketan itu. Disinilah munculnya istilah “distribusi linux” (lazim disebut distro linux).
Perusahaan-perusahaan yang memaketkan linux memberi nama tersendiri untuk distribusi keluaran mereka, sebutlah misalnya distro linux Red Hat, Fedora dan Mandrake. Itu hanya tiga dari ribuan distribusi linux yang ada didunia ini. Bukalah google.com dan masukkan keyword “linux distribution”, akan kita temui ribuan dsitribusi linux.
Sifat free linux ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh perusahaan yang ingin menekan biaya investasi komputer mereka. Jika dibandingkan dengan windows, untuk sepuluh buah komputer, investasi untuk windows paling tidak kita akan mengeluarkan dana lebih dari 10 Juta. Sementara dengan linux, kita bisa menghemat biaya hingga kurang dari satu juta dan semua komputer perusahaan akan dapat menjalankan tugas seperti biasa.
Sayangnya, sebagian pengguna komputer mengaggap instalasi linux cukup rumit, benarkah? Jawabannya bisa ya dan tidak. Mungkin pada beberapa distro linux, proses instalasi cukup membuat lelah, tapi pada distro lain, proses instalasi hanya tinggal klik next-next-ok, lalu anda pun dapat menikmati linux. Sebagai catatan untuk anda, distribusi linux Mandarake, RedHat dan Fedora merupakan distribusi yang cukup mudah dalam proses instalasi.
Sekarang mari kita lihat apa yang perlu dipersiapkan untuk menggunakan linux? Jangan kaget, ketika komputer tua anda yang layak digudangkan, ternyata cukup mumpuni menjalankan linux. Linux tidak mensyaratkan spesifikasi komputer terbaru, walau pada kenyataannya semakin baru tentu semakin bagus kinerja linux. Jadi bersiap-siaplah membersihkan komputer tua anda untuk linux.
Setelah kita tahu betapa mudah dan ringannya memepergunakan Sistem operasi linux, tentu kita dihadapkan pada pertanyaan, dimanakah kita bisa mendapatkan distribusi linux? Di Indonesia, pengguna linux membentuk suatu komunitas dengan nama Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) dan ditiap daerah terdapat komunitas ini, atau Daftar KPLI untuk mengetahui daftar KPLI di seluruh nusantara. Anda dapat menghubungi kelompok tersebut didaerah anda, yang paling gampang, membeli langsung di toko-toko software komputer. Selamat berlinux-ria.

Sebuah email dari editor sebuah media online menanyakan pertanyaan sederhana: apakah distribusi linux yang terbaik untuk digunakan bagi desktop pribadi, usaha kecil dan enterprise serta server pribadi, usaha kecil dan enterprise? Berdasarkan pengalaman para pengguna dan masukan-masukan dari beberapa tahun terakhir, diskusi online dan trend umum di antara beberapa distribusi linux besar, berikut adalah rekomendasi saya.
OS untuk desktop pribadi
Xandros Desktop atau LindowsOS untuk pengguna non-teknis, dan Mandriva Linux atau SuSE LINUX untuk yang lainnya. Baik Xandros maupun LindowsOS telah berhasil membawa desktop linux lebih dekat ke masyarakat, dengan banyaknya penambahan feature yang user-friendly, pendeteksian hardware yang bagus dan dukungan untuk hardware kebanyakan seperti camera digital, scanner dan wireless network card. Mereka sangat baik untuk pekerjaan yang umum dilakukan dengan komputer. Untuk pengguna yang memerlukan lebih dari hal tersebut, lebih baik mereka memilih Mandriva linux atau SuSE LINUX. Kedua distribusi ini lebih powerful dan lengkap daripada Xandros atau LindowOS, dan keduanya bisa diperoleh secara gratis dari Internet. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa Fedora Core seharusnya juga dipertimbangkan di kategori ini. Tetapi kekurangan dukungan multimedia secara out-of-the-box, selain juga kecenderungan dari pengembangnya untuk berkonsentrasi di enterprise-level features, seperti skalabilitas dan SELinux, akan membuat Fedora Core pilihan yang lebih baik untuk desktop enterprise daripada desktop pribadi.
OS untuk desktop usaha kecil
Fedora Core dan SuSE LINUX adalah dua pilihan yang bagus. Untuk perusahaan kecil dengan anggaran IT yang terbatas, SuSE LINUX adalah pilihan terbaik – dia bisa di download secara gratis dan merupakan salah satu dari distribusi yang paling lengkap dan _well-designed_ di pasaran. Fedora Core 1 bisa menjadi pilihan kedua, kekurangan satu-satunya adalah transisi ke kernel Linux 2.6 dan SELinux-nya yang kurang lancar. Xandros Business Desktop juga produk yang baik, tapi dengan harga US$ 495 untuk paket 5 lisensi-nya, masih sangat mahal untuk berkompetisi secara efektif dengan dua saingannya, terutama dikarenakan perusahaan tersebut masih belum terlalu dikenal dan kurangnya dukungan resmi dari para pembuat hardware. Rilis terbaru dari Mandrakesoft mempunyai reputasi sebagai produk yang mempunyai banyak bugs, hal ini membuat Mandrakelinux kurang diminati untuk desktop usaha kecil, setidaknya sampai Mandrake meningkatkan mekanisme pengendalian mutunya.
OS untuk desktop enterprise
Pilihannya sangat tergantung dengan anggaran IT perusahaan dan level integrasi dengan system lain. Jika uang bukan masalah, maka sangatlah baik untuk menghubungi Red Hat dan SuSE untuk mendapatkan penawaran bagi solusi yang lengkap. Jika anggarannya terbatas, Fedora Core akan menjadi pilihan yang baik – gratis dan cukup didukung oleh komunitas Fedora. Sehabis mengatakan hal itu, sangatlah tidak adil untuk mengabaikan distribusi lain – Mandrakesoft baru keluar dari masalah finansial, jadi mungkin mereka bisa menawarkan paket yang sama dengan harga yang lebih murah dari solusi Red Hat atau SuSE. Pilihan lainnya adalah Sun Java Desktop System (based on SuSE), tetapi kami belum mendengar banyak tentang produk baru ini, jadi sangat sulit untuk membuat penilaian.
OS untuk server pribadi
Debian atau Slackware adalah pilihan utama. Selain gratis, keduanya mempunyai reputasi sebagai distribusi linux yang solid, bisa diandalkan dan terpercaya di pasaran. Metoda pengembangan mereka memastikan pengendalian mutu yang baik dan keduanya menikmati dukungan komunitas yang tidak ada duanya dari banyaknya situs web dan komunitas pengguna. Debian selalu menjadi distribusi yang terbaik dalam hal _upgrade_ ke versi terbaru, tetapi dengan penambahan utilitas “swaret” pada Slackware versi terbaru membuat Slackware-pun bisa diupgrade dengan satu perintah. Tanpa perlu dikatakan, Debian dan Slackware terkenal dalam hal menyediakan update security secara tepat waktu.
OS untuk server usaha kecil
Sama seperti diatas. Walaupun Red Hat Linux dan Fedora Core yang baru diluncurkan masih menjadi OS Linux yang dominant di banyak ruangan server di seluruh dunia, perusahaan tersebut telah mengecewakan banyak penggunanya dengan kebijakan yang tidak populer, yang memaksa para pengguna untuk membeli produk enterprise-nya yang lebih mahal. Di pihak lain, Debian dan Slackware telah ada sejak lama dan perubahan kebijakan secara drastis sangatlah tidak mungkin. Untuk perusahaan kecil dengan anggaran terbatas, tidak ada alasan untuk membeli OS untuk server, kecuali mungkin pada situasi tertentu.
OS untuk server enterprise
Jika uang bukan masalah dan perusahaan membutuhkan dukungan hardware yang solid atau layanan bagi Oracle atau aplikasi komersial lainnya, maka sangatlah baik untuk menghubungi Red Hat atau SuSE. Bahkan Red Hat dan SuSE adalah hanya dua distribusi yang di sertifikasi secara resmi dan didukung oleh Oracle. Perusahaan dengan anggaran terbatas bisa mempertimbangkan menggunakan Debian di servernya. Jika support dibutuhkan, Red Hat dan SuSE dalam posisi terbaik untuk menawarkannya, tentunya dengan harga tertentu. Technical Support dari pihak ketiga juga tersedia untuk Debian. Slackware kurang diminati di kategori ini dikarenakan sangat sulit mencari support dan orang yang terbiasa dengan distribusi ini.
Seperti biasa perbandingan seperti ini akan menimbulkan kontroversi dan akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan pilihan yang diambil. Walaupun demikian, membandingkan distribusi linux dengan cara ini menghasilkan kesimpulan yang menarik: SuSE kelihatannya menyediakan beragam produk untuk bermacam-macam kebutuhan. Produknya bervariasi dari SuSE LINUX yang dirilis tiap 6 bulan sekali dan solusi khusus untuk Linux Desktop dan Office Desktop, sampai ke produk Standard, Enterprise dan Openexchange server. Ia juga memiliki dukungan dari Novell dan jalur pemasarannya untuk menghadapi Red Hat. Apakah harganya terlalu tinggi? Dalam kasus tersebut, pertimbangan serius bisa diberikan untuk menggunakan Debian, terutama untuk server
Ubuntu Linux adalah distribusi linux yang berbasiskan debian. Distribusi ini memakai GNOME sebagai desktop manager utamanya.
Hanya dengan 1 CD instalasi anda sudah dapat menikmati GNOME 2.8 dan ketangguhan Debian terutama dengan synaptic dan apt-getnya.
Walaupun masih termasuk baru, dengan rilis pertamanya Ubuntu 4.10 “The Warty Warthog Release” pada 20 Oktober 2004. Distro ini dengan cepat menjadi distro yang cukup populer.
Didukung dengan sekitar 20 developer tetap dan dukungan dana dari Miliarder Mark Shuttleworth dengan perusahan Canonicalnya, distribusi ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan terhadap distro linux yang bukan hanya indah dipandang tapi juga tangguh digunakan.

Untuk mengaktifkan printer anda pada Slackware membutuhkan perhatian ekstra lebih. Tidak seperti distro-distro desktop lainnya yang sangat memanjakan para penggunanya dalam mengkonfigurasikan hardware-hardware milik anda. Tapi tak usah ciut untuk mencoba Slackware, sebab sebenarnya distro ini sangat menarik untuk dicoba buat newbie. Yah walaupun dijamin bisa bikin pusing kepala, tapi bisa membuat kita lebih bersemangat dalam menjalin hubungan yang erat dengan Linux.
Cara mengaktifkan printer ini dicoba pada Slackware 10 milik saya, tapi juga berlaku pada seri Slackware lainnya. Baiklah, untuk mempersingkat waktu mari kita mulai.
1. Login sebagai root. Perintah: su
2. Masuk ke direktori /usr/share/apsfilter. Perintah: cd /usr/share/apsfilter
3. Ketikan: ./setup
4. Silakan ikuti langkah-langkah yang muncul pada layar monitor anda. Untuk hal ini saya tidak dapat memberikan satu persatu, sebab belum tentu printer yang saya miliki sama seperti yang anda miliki. Jadi kenali baik-baik printer milik anda, yah minimal sih cukup tau merek dan jenis printernya saja.
5. Setelah asyik memilih-milih, pada bagian akhir beri opsi (I) untuk menulis konfigurasi. Setelah itu keluar dari apsfilter.
6. Lalu kita menuju ke /etc/rc.d. Perintah: cd /etc/rc.d
7. Beri perintah: chmod 755 rc.lprng
8. Terakhir beri perintah: /etc/rc.d/rc.lprng start Perintah ini berfungsi untuk menjalankan konfigurasi printer anda agar dapat bekerja sama dengan Slackware.

Satu Tanggapan to “berbagi dengan linux”

  1. muhammadsastra Says:

    kalau soal linix sih saya kurang paham bettul kenap kerna saya baru belajr weeee.. tapi saya sungguh sungguh untuk mendapat kan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: