struktur jaringan prima dan ideal

Senin, 19 Mei 2003
XL-GPRS
Struktur Jaringan Prima dan Ideal

MENGAKSES jaringan data di Indonesia sekarang ini adalah sebuah persoalan yang tidak pernah akan selesai, bukan hanya menyangkut masalah biaya yang dibebankan kepada para penggunanya, tetapi juga menyangkut kualitas akses jaringan yang tersedia sekarang ini.

KUALITAS akses jaringan, baik infrastruktur kabel maupun nirkabel, sebenarnya menentukan seberapa besar biaya yang ingin dibebankan kepada para penggunanya untuk mengakses data digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mengakses jaringan data digital akan sangat membantu bagi mereka yang sering berada di luar kantor atau dalam perjalanan. Kemudahan mengakses data, dengan sendirinya akan bermanfaat bagi siapa saja untuk selalu terkoneksi, baik itu ke jaringan perusahaannya atau ke jaringan Internet.

Ketika GPRS (General Packet Radio Service) diperkenalkan oleh operator seluler IM3 (lihat Kompas, 14/9/2001), sudah muncul persoalan masalah kecepatan akses dan biaya yang ingin dibebankan kepada para pengguna GPRS. Setelah tiga tahun, ternyata GPRS memang masih menjadi sebuah dilema tersendiri dan tidak memperoleh posisi yang signifikan sebagai sebuah jasa layanan akses digital.

Bayangkan saja, untuk memeriksa dua buah e-mail di jaringan Internet dan membaca berita di Detik (www.detik.com) yang total jumlah data yang terakses mencapai sekitar 1,3 MB (karena muncul tampilan grafik), bisa mencapai Rp 26.000 kalau biaya GPRS yang dikenakan penggunanya dikenakan sekitar Rp 20 per Kb. Biaya sebesar ini menjadi terlalu mahal dan cenderung tidak masuk akal.

Jaringan ideal

Dalam kondisi seperti sekarang ini, fasilitas layanan GPRS memang cenderung menjadi sesuatu yang mewah. Dan yang menarik adalah bagaimana fasilitas layanan ini akan bersaing dengan fasilitas hot spot, titik akses nirkabel, yang sekarang mulai marak di berbagai kafe yang bertebaran di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta.

Belum lama ini Kompas berkesempatan mencoba fasilitas GPRS yang disediakan Excelcom (XL-GPRS) yang tidak dijual untuk umum, tetapi memang ditujukan untuk para pengguna korporasi. Berbeda dengan ketika pertama kali menggunakan fasilitas GPRS yang disediakan oleh IM3, XL-GPRS ini adalah sebuah fasilitas yang menyenangkan.

Kuatnya sinyal GPRS yang selalu berada pada posisi alway-on, menunjukkan kalau infrastruktur jaringan yang dimiliki oleh Excelcom di Jakarta ini sangat prima dan ideal untuk dijadikan sarana akses data ke berbagai jaringan, termasuk jaringan Internet. Dengan kecepatan download mencapai 4,5 Kb per detik, yang setara dengan kecepatan dial-up ke penyedia jasa sambungan ke jaringan Internet, XL-GPRS menjadi ideal bagi para pekerja untuk mengakses informasi-informasi ringan seperti e-mail atau sekilas ingin mengikuti berita mutakhir.

Bahkan, sinyal XL-GPRS pun tetap pada posisi tertinggi (99 persen dengan menggunakan PCMCIA card Nokia D211) pada saat kendaraan berpacu mencapai 140 km di jalan tol. Artinya, jaringan XL-GPRS tertata secara baik, sehingga penggunanya pun tidak perlu khawatir kehilangan koneksi di tengah-tengah pengiriman paket digital.

Alternatif

Sejauh ini, pihak Excelcom sendiri belum menentukan besaran tarif yang ingin dikenakan terhadap penggunaan layanan GPRS miliknya. Konon, dalam jumlah pengguna tertentu, sebuah perusahaan bisa dikenakan tarif sekitar Rp 1 juta setiap bulannya.

Memang belum jelas apakah jumlah ini hanya jasa layanan yang dikenakan pada masing-masing pengguna, atau sudah termasuk akses ke jaringan Internet. Karena, walaupun infrastruktur XL-GPRS sangat ideal bagi para pengguna bergerak serta hampir tidak ada cakupan sinyal yang terputus, kecepatan akses XL-GPRS sendiri masih sangat lamban.

Dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk men-download sebuah file yang besarnya mencapai 3,5 MB. Namun, kalau diperhitungkan dengan kemacetan di jalan-jalan Jakarta, waktu akses selama ini mungkin tidak terlalu berarti.

Layanan XL-GPRS ini mungkin bisa menjadi alternatif menarik bagi perusahaan ketimbang pengguna awam kebanyakan. Karena, fasilitas akses jaringan digital memang seharusnya dimiliki oleh berbagai perusahaan sehingga waktu produktivitas pun akan terus terpacu dan always-on. (rlp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: